Read More

Slide 1 Title Here

Slide 1 Description Here
Read More

Slide 2 Title Here

Slide 2 Description Here
Read More

Slide 3 Title Here

Slide 3 Description Here
Read More

Slide 4 Title Here

Slide 4 Description Here
Read More

Slide 5 Title Here

Slide 5 Description Here
Tampilkan postingan dengan label Fitara Rahmania (932505615).. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fitara Rahmania (932505615).. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Desember 2018

Artikel pendidikan 2



PENAWARAN PENDIDIKAN DALAM ORGANISASI

Organisasi diartikan sebagai perkumpulan sekelompok orang yang memiliki tujuan bersama yang diatur secara sistematis dan memiliki struktur. waktu dewasa ini organisasi sangat diharapkan dapat membantu dalam pembentukan karakter manusia yang berperadaban. Beriringan dengan permasalahan yang muncul masa ini yang sangat kompleks, terutama dalam permasalahan perbedaan suku, budaya, pemikiran dan bahkan persoalan agama (keyakinan), tentunya organisasi sudah seharusnya ikut berpartisipasi dalam hal tersebut.
            Sayyidina Ali bin Abi Thalib mengatakan “kebenaran yang tidak diorganisir dapat dikalahkan oleh kebatilan yang diorganisir” perkataan ini mengingatkan kita akan pentingnya berorganisasi dan sebaliknya bahayanya suatu kebenaran yang tidak diorganisir melalui langkah-langkah konkrit dan strategi-strategi yang mantap. Maka tidak ada garansi bagi perkumpulan yang menggunakan suatu identitas apapun  dalam memenangkan sebuah kontestasi jika tidak adanya penguatan dalam manajemen keorganisasian.
            Pentingnya organisasi dalam pembentukan karakter manusia terutama kaum muda, dapat diinterpretasikan melalui kegiatan-kegiatan yang diagendakan dalam sebuah organisasi tersebut. Adanya pelatihan-pelatihan dasar yang bersifat formal, informal ataupun non-formal biasanya diberikan penguatan-penguatan materi dasar keagamaan dan kebangsaan yang kemudian dilanjutkan dengan adanya follow-up  diwaktu mendatang. Hal itu merupakan salah satu bentuk usaha yang dilakukan oleh organisasi dalam keikutsertaannya terhadap pembentukan karakter manusia.
            Dalam berorganisasi bukan melulu ditawarkan persoalan keorganisasian dan atau manajemen berorganisasi saja. Jauh dari itu, dengan sadar ataupun tidak organisasi mengajarkan kepada anggotanya persoalan-persoalan kemanusiaan. Salah satu bentuk kegiatan dalam organisasi yang mengajarkan arti kemanusiaan misalnya dalam kegiatan bakti sosial, pengawalan terhadap birokrasi pemerintahaan dll. Hal demikian merupakan sebuah penawaran pendidikan yang dilakukan oleh organisasi dalam pembentukan karakter manusia yang pencapaiannya adalah bagaimana bisa memanusiakan manusia.

Read More

Rabu, 12 Desember 2018

Artikel Pendidikan 1


URGENSI PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA DI SEKOLAH
  
Pendidikan merupakan upaya yang terencana dalam proses pembimbingan dan pembelajaran bagi individu agar berkembang dan tumbuh menjadi manusia yang mandiri, bertanggungjawab, kreatif, berilmu, sehat, dan berakhlak mulia, baik dilihat dari aspek jasmani maupun ruhani. Manusia yang berakhlak mulia, yang memiliki moralitas tinggi sangat dituntut untuk dibentuk atau dibangun. Bangsa Indonesia tidak hanya sekedar memberikan makna akan pentingnya pendidikan, melainkan bagaimana bangsa Indonesia mampu merealisasikan konsep pendidikan dengan cara pembinaan, pelatihan dan pemberdayaan SDM Indonesia secara berkelanjutan dan merata. Ini sejalan dengan Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas yang mengatakan bahwa tujuan pendidikan adalah“… agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”(Suyanto, 2010:1).
Melihat kondisi sekarang dan akan datang, ketersediaan SDM yang berkarakter merupakan kebutuhan yang amat vital. Ini dilakukan untuk mempersiapkan tantangan global dan daya saing bangsa. Memang tidak mudah untuk menghasilkan SDM yang tertuang dalam UU tersebut karena pada kenyataannya banyak sekolah-sekolah yang jarang menerapkan nilai-nilai luhur Pancasila terhadap para siswa. Contoh yang paling mudah ditemukan adalah guru sudah tidak dekat dengan murid begitu pun juga dengan halnya siswa-siswinya, Banyak di antara mereka yang acuh tak acuh terhadap keberadaan guru.
Situasi dan lingkungan yang tidak baik seperti ini akan menjadi faktor pemicu pembentukan karakter seorang siswa ke arah yang menyimpang. Hilangnya nilai saling menghormati, sopan santun, kepedulian, dan lain-lain. Karakter adalah sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang menjadi ciri khas seseorang atau sekelompok orang serta nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat. Karakter dapat juga diartikan sama dengan akhlak dan budi pekerti, sehingga karakter bangsa identik dengan akhlak bangsa atau budi pekerti bangsa. Bangsa yang berkarakter adalah bangsa yang berakhlak dan berbudi pekerti, sebaliknya bangsa yang tidak berkarakter adalah bangsa yang tidak atau kurang berakhlak atau tidak memiliki standar norma dan perilaku yang baik.
Seorang anak dalam mencari nilai-nilai hidup, harus mendapat bimbingan sepenuhnya dari pendidik, karena menurut ajaran Islam, saat anak dilahirkan dalam keadaan lemah dan suci/fitrah, dan alam disekitarnyalah yang akan memberi corak warna terhadap nilai hidup atas pendidikan seorang anak, khususnya pendidikan karakter.Karena itu Islam sangat memperhatikan masalah pendidikan terhadap anak dan memberikan konsep secara kongkrit yang terdapat dalam al-Quran dan penjelasan Rasulullah SAW yang ada dalam hadits. Munculnya pendidikan karakter ini dilatarbelakangi oleh semakin terkikisnya karakter sebagai bangsa Indonesia, dan sekaligus sebagai upaya pembangunan manusia Indonesia yang berakhlak budi pekerti yang mulia. Maka dari itu, perlu dicetuskan pendidikan karakter bangsa sebagai wujud pendidikan karakter kebangsaan kepada peserta didik. Di dalam al-Quran terdapat ayat – ayat yang spesifik menjelaskan tentang pendidikan karakter bagi anak, seperti yang termaktub dalam surat al-Isra ayat 23 yang memiliki kandungan mengenai pendidikan berkarakter. disebutkan bahwa yang pertama Allah memerintahkan kepada hamba-hambanya untuk menyembah Allah SWT, tidak ada sekutu bagi-Nya.dan yang kedua, kita harus berbakti kepada orang tua. Dari penjelasan ayat di atas sangat jelas bahwa ketika kita menghargai dan menyayangi orang tua kita dengan baik maka akan menumbuhkan akhlak serta moral yang baik pula bagi anak sedangkan jikalau kita acuh maka akan timbuh akhlak dan moral yang tidak baik. Dengan kata lain, hal ini sangat berpengaruh dalam pendidikan karakter. Antara orangtua sebagai pendidik dan anak.
Dan surat Luqman ayat 14  ini memiliki kandungan mengenai pendidikan berkarakter yaitu tentang perintah berbakti dan berbuat baik kepada kedua orang tua, terutama ibu, dikarenakan selama masa mengandung ibu menahan dengan sabar penderitaan yang berat, dilanjutkan beban yang ditanggung pada masa menyusui dan mengasuh. Berbakti kepada kedua orang tua hukumnya wajib dan durhaka kepada keduanya hukumnya haram. Tidak ada yang mengingkari keutamaan orang tua selain orang yang tercela (Muqtadir, 2008: 63).
 Kedua ayat diatas sangat jelas menjelaskan tentang konsep pendidikan karakter. Orang tualah yang sangat berjasa dalam membentuk karakter anak. Orang tua memiliki tanggungjawab untuk mengajarkan tentang nilai dan norma yang berlaku, sehingga mampu terinternalisasi dalam kepribadian, karakter, dan tingkah laku anak. Anak bersikap proaktif untuk mengikuti dan melaksanakan arahan dari orang tua. Orang tua selalu mengedepankan totalitas untuk menjaga anak dan mengorbankan segala sesuatu demi kepentingan anak. Pembentukan karakter anak yang paling utama adalah di dalam lingkungan keluarga selanjutnya di dalam lingkungan sekolah, tetapi hal seperti ini terkadang dilupakan oleh orang tua maupun guru. Berbagai problem yang sering terjadi dalam pendidikan karakter anak adalah terjadinya penyimpangan-pernyimpangan perilaku baik yang berskala kecil maupun besar seperti tawuran antar pelajar, pelanggaran tata tertib berkendaraan, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, seks bebas, maupun pelanggaran-pelanggaran disiplin di sekolah seolah-olah telah menjadi hal yang biasa dan masih banyak fenomena atau kasus-kasus yang menunjukan bahwa moral karakter bangsa ini sedang mengalami kegoyahan. Maka dari itu sangat diperlukan penanaman nilai nilai karakter bangsa bagi anak-anak, utamanya adalah anak-anak yang berada di usia sekolah dasar.

Read More

BTemplates.com

Blogroll

About

Copyright © Pendidikan | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com